Bonek, Kami Bukan Pengawalmu

Surabaya, SuaraIndonesia.net – Menjadi Bonek itu mudah, cukup memakai jersey Bonek, syal, dan merchand lainnya, orang sudah mengira bahwa kita ini Bonek, suporter Persebaya Surabaya. Brandmark ini dikenal baik saat match di kandang maupun saat tandang.

Hoofy sering ngobrol dengan orang awam persepakbolaan, bagaimana kiprah nama besar Bonek yang mereka kenal. Rata-rata mereka mengatakan bahwa Bonek adalah suporter sepak bola yang berasal dari Kota Surabaya. Bahkan sampai ada yang mengatakan bahwa Bonek adalah sebuah klub sepak bola. Kadang mereka bilang “Eh, nanti Bonek lawan mana mainnya?” “Kok banyak Bonek, emang mereka mau main di mana?” dan lain sebagainya.

Memang, nama besar Persebaya dan Bonek tidak boleh dipisahkan, mereka adalah satu kesatuan yang utuh, tidak boleh parsial. Hal ini membutuhkan manajemen dari semua lini, termasuk manajemen suporter itu sendiri.

Dari kacamata Polisi, Bonek sejak 3-4 tahun ini menunjukkan kemajuan luar biasa, dari sisi culture dan komunikasi makin beranjak dewasa (meskipun yang dewasa hanya @ditamasuksaja). Sparing dan suhu panas dingin antara Polisi dan Bonek tetap ada, itu realitas dan dinamika dalam building construction menjadi big, bigger, dan biggest era ke depan.

Laga home (istilah saat main di GBT) sudah pasti menjadi tanggung jawab Polrestabes Surabaya untuk menciptakan iklim yang kondusif, meski ada celah-celah yang masih harus dibenahi semua pihak.

Kita bicara laga away (tandang), saat Bonek “piknik” ke luar Kota Surabaya dalam persepakbolaan mendukung Persebaya. Semua pihak dan elemen masyarakat langsung “ndredeg” begitu ada rencana Bonek keluar kandang. Jangankan masyarakat umum, kadang pihak kepolisian di luar Polrestabes Surabaya masih banyak bertanya “Ehh, Bonek berapa banyak? Lewat mana? Jam berapa? Naik apa? Siapa ketuanya? Bawa apa? Dikawal tidak? Bla bla bla…”

Dua kata terakhir “dikawal tidak” menjadi asyik untuk diluruskan. Hoofy sendiri tidak setuju dengan istilah “dikawal”. Emang Bonek pejabat VIP/VVIP? Emang Bonek sekelas Presiden? Agagagagagag!!!

No, Bonek tidak perlu dikawal saat home dan away. Mereka sudah beranjak dewasa (sekali lagi meskipun yang dewasa hanya @ditamasuksaja). Ingat saat Gruduk Jakarta 1 dan 2, Gruduk Bandung dan Parade Bonek lalu. Metamorfosis Bonek telah dimulai saat itu.

Jika ada pertanyaan “itu ada Bonek yang masih suka bikin ribut, bikin onar, ini itu”. Hal itu wajar dan masih di ambang batas toleransi. Slogan #WaniTertib telah merasuk ke dalam kalbu dan tulang belulang Bonek Jaman Now!

Kembali ke kata “kawal”. Hoofy dan teman-teman tidak merasa mengawal Bonek khususnya saat away. Hoofy hanya pengin menjadi bagian dari Bonek itu sendiri, menyatu dan merasakan suka duka saat away, tentunya dengan sentuhan-sentuhan kepolisian dalam mengedukasi selama kegiatan itu. Komunikasi dan koordinasi dengan berbagai pihak untuk kelancaran dan kemudahan informasi.

Bagi kami, Hoofy bukanlah pengawal Bonek. Kami adalah sebagian kecil dari nama besar Bonek itu sendiri. I’m here, ACAB (All Cops Are Bonek). Wani!

Penulis Artikel

Kompol Edy Wakasat Intel Polrestabes Surabaya