Pilkada Ricuh Di Kota Nganjuk

Download PDFPrint

Nganjuk, suaraindonesia.net – Pelaksanaan pemungutan suara pemilihan kepala daerah di Nganjuk dibuat geger oleh sekelompok provokator. Mereka menilai penghitungan suara di salah satu tempat pemungutan suara (TPS) tidak fair

Berawal dari salah penempatan hasil suara, membuat saksi dari calon bupati melakukan protes. Namun ketika dijelaskan oleh ketua kelompok panitia pemungutan suara (KPPS), sekelompok provokator berteriak lantang.

Tak pelak, para pemilih dan penonton yang ada di TPS tersebut langsung masuk arena TPS dan merusak fasilitas yang ada. Petugas perlindungan masyarakat (Linmas) tak kuasa membendung massa yang semakin beringas.

Karena tidak bisa menguasai keadaan, maka petugas linmas menghubungi babinsa dan babhinkamtibmas yang stanby di kantor panitia pemungutan suara (PPS). Tak lama berselang, kedua petugas tersebut datang bersama satu peleton linmas. Akhirnya, massa bisa dikendalikan dan provokator dapat diamankan.

Begitulah gambaran simulasi antisipasi kerusuhan yang digelar dalam Apel Besar Pam Swakarsa Pilkada Serentak 2018, Kamis (14/12) sekitar pukul 09.30 WIB.

Apel Akbar yang dipusatkan di GOR Bung Karno Kelurahan Begadung Kecamatan/Kabupaten Nganjuk Jawa Timur mengundang berbagai unsur, Kasatpol PP se Jawa Timur, Kasatpol PP provinsi, Porpimda, Komisioner KPU dan undangan lain. diikuti oleh Linmas, Satpol PP, Polisi, TNI, Dishub dan PMK, masing-masing satu pleton. Dihadiri pula oleh Forkompimda Nganjuk, kepala OPD, KPU dan instansi terkait.

Abdul Wakid Plt Kasatpol PP Kabupaten Nganjuk mengatakan, simulasi ini digelar untuk mengantisipasi kerusuhan dalam pelaksanaan Pilkada 2018 pada 27 Juni 2018 mendatang.
Pemkab Nganjuk akan menerjunkan ribuan Linmas yang disiagakan di setiap kecamatan, guna membantu kelancaran proses Pemilukada,” kata Abdul Wakid.

Apel akbar yang di gelar di GOR Begadung, mengundang unsur, Kasatpol PP se Jawa Timur, Kasatpol PP provinsi, Porpimda, Komisioner KPU dan undangan.

“Ini wujud kerjasama antara Linmas dengan TNI dan Polri dalam penanganan kerusuhan pada pilkada mendatang,” ujarnya.

Leave A Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *